Jumat, 18 Desember 2015

Sekedar Bertutur Pena

KUMPULAN PUISI
#1



Barang Dagangan


Jika saja
Dunia telah habis
Bisakah kau
Menguras tenaganya
Seperti makanan
Habis itu kau buang
Setelah kau curangi

Bisa saja
Matamu tergelap hijau
Sinarnya…
Bagaikan surga di neraka

Coba saja
Tengokan kepalamu ke bawah
Pada dasimu masihkah tersimpan malu?
Butiran sawah
Sampai tak mampu mereka jamah



Kotak Sampah



Jika kau buka aja
Sedikit demi sedikit
Bau keluar yang tajam
Menusuk malu harga diri

Jika kau intip sejenak
Tingkah manusia
Yang penuh dengan jijik
Tidak merasa paling keci

Jika itu memang kotamu
Jangan kau isi dengan bangkaimu
Jika saja kau patuhi tahta raja
Bakal hilang sengsara yang membekas

Hanguskan,
Buatkan abu dalam sesak
Nafas bumi yang semakin mengerut
Tapi andai punya waktu
Menjadika permadani
Dipandang mata enak di hati


Air Mata Hati



Tatalah hatimu
Kuatkan pondasimu
Jangan goyah
Tetap semangat
Tuk menembus
Masa depan

Hati, siapa yang bisa
Membiarkan berlalu
Seperti air dalam hujan
Yang tak tentu waktu

Hapuskan keraguanmu
Lenyapkan amarahmu
Hadapi yang terbaru
Dalam hidupmu

Pasti, masih adakah jalan
Yang terbentang luas di depan mata
Coba pikirkan
Segalanya kan jadi indah
Bila kita memaknainya


Merelakan Hati



Biarkanlah...
Sudah kau tanyakan
Dan kau takut
Pernyataannya

Bukankah hati bisa
Terbalik sesuaikan masa
Tapi mengapa semuanya
Berat dalam senyuman

Okey,
Mungkin bukan yang terbaik
Jika hati dipaksa
Sedih harusnya berlalu

Ingin kuadu
Tapi pada siapa
Bukan tangis
Tapi...
Cukup
Di sini pertemuan bersama



30 October 2012

Langitpun membuka
Cahaya matahari masuk
Langit cerah kembali

Dia duduk di sampingku
Tanpa jantung berdetak ini
Mungkin ku masih bernafas

Namun selama aku masih melihatnya
Mata ini tak sanggup berkedip
Karna kau membuka hatiku

0 komentar: