Jumat, 02 September 2016

Kau Ingin Aku Buat Jatuh?

Pernahkah kau merasakan penderitaan
Di atas asumsi bahagia orang lain?
Apakah kau pernah di diskriminasi
Karena dirimu di anggap berbeda?

Sebagai pena yang tertulis
Aku menganggap itu ada
Dan saatnya aku keluar
Muak dengan segalanya

Wajah yang tak pernah menangis
Di balik topeng yang gila dan tajam
Yang tak dapat menampung tubuh ini

Tapi mereka semua menganggap
Itu hanya permainan belaka
Mereka bilang hanya canda yang tak berguna
Tapi terlanjur masuk ke dalam unsur otak
Takkan hilang dan lepas begitu saja

Ketika semua tertawa
Berbicara dalam kebisingan
Yang jelas tidak terlihat olehku
Tapi ekorku bisa mendengarnya
Tawa yang menyeramkan
Bisikan setan yang membara
Amarah dalam hatiku

Ku bisa rasakan
Dan ingin ku balas
Cabik mulutmu
Mungkin tenggelamkan ucapanmu yang konyol
Menjijikan!
Berteman bagaikan pedang
Lebih baik bersembunyi
Tidak
kali ini aku akan hadapi
Tapi dengan setumpuk sampah
Yang akan masuk ke dalam perutmu

Lihat itu!
Kau mulai menggeliat
Seperti ulat yang menjijikan

Lagi, lagi... aku pikir
Tiada maaf lagi untukmu

0 komentar: